MALAM “ATAS NAMA” (Menjelang HUT RI-I)

0

Oleh: Rantho Dannie*

 

SPIRITUAL, Bulir.id – Malam “itu” begitu penting. Melebihi malam-malam terdahulu. Diskusi beberapa pasang mata nampak alot. Mereka mati-matian harus tuntaskan rencana esok hari. Strategi disusun dengan teliti. Segala sesuatu dipersiapkan dengan matang. Jika tidak, rencana mereka bakal gagal. Di bawah cahaya remang pelita, mereka bulatkan tekad. Mereka tidak sabar menunggu datangnya pagi. Bahkan mereka berjaga sepanjang malam dalam doa dan harap agar rencana itu tidak tercium pihak sebelah. Kalau tercium, celaka besar!

****

Di meja diskusi, rencana itu tercatat. Pakai tinta legam. Huruf tegak bersambung. Judulnya “Proklamasi”. Pro itu “suka, setuju, sepakat”. Klamasi (clamare; bahasa Latin) berarti menyerukan. Jadi, judul aslinya “sepakat menyerukan”. Judul ini begitu dirahasiakan malam itu. Mereka tidak mau ceroboh agar rencana tidak buyar. Mereka pastikan bahwa judul “itu” harus berhasil diselundupkan ke esok hari…

****

Malam terus menanjak. Tidak juga terlihat lelah di wajahnya. Di ujung meja, asbak sudah sesak. Penuh puntung-puntung cerutu. Asap mengepul. Abu menggumpal. Cangkir-cangkir kopi sudah nampak ringan. Isinya hampir habis.

Diskusi mereka berakhir.

****

Malam itu adalah malam penentuan. Malam “atas nama”. Malam persiapan “proklamasi kemerdekaan…”

Atas nama bangsa Indonesia…!

Soekarno – Hatta

(23.58 am)


*Rantho Dannie merupakan alumnus di Institut Filsafat Ledalero. Kini ia sedang menebarkan benih kebijaksanaan (staf pengajar) di salah satu lembaga pendidikan di bumi Cendrawasih Merauke-Papua.