OMK Paroki Orong Ikut Live In Ekonomi Kreatif Di Lando-Terang

0

ORONG, Bulir.id – Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Hati Suci Santa Perawan Maria Tak Bercela Dan Santu Stanislaus Orong, mengikuti live in Ekonomi Kreatif yang berlangsung di Lando -Terang, Kecamatan Boleng Kabupaten Manggarai Barat.

OMK Paroki Orong mengutus enam orang anggotanya dengan pembagian kelas minat, Fotografi dan Narasi 1 Orang (Saverinus Rio Jama), Pertanian Organik 2 Orang (Albertus Maitua & Romaldus Jerahu), Kuliner 2 orang (Ferdinandus Nalang & Leniana Ajul) dan Seni tari 1 orang (Afriani Rita Jaya).

Live In dengan tema besar Ekonomi Kreatif ini diinisiasi oleh Gereja lokal Keuskupan Ruteng dalam rangka menyambut serta memaknai Tahun Pariwisata Holistik 2022, yang menekankan pentingnya pariwisata Partisipasif, Berkebudayaan dan Berkelanjutan.

Pastor Kapelan sekaligus pembina OMK Paroki Orong, Romo (Rm) Prian Tangur mengatakan, kegiatan Live In ini merupakan langkah yang diambil Gereja untuk mewadahi dan melatih kesiapan skill Orang Muda Katolik dalam menghadapi perkembangan dunia pariwisata yang semakin kompetitif.

Romo Prian Tanggur

“Kegiatan ini merupakan langkah yang diambil Gereja untuk mewadahi sekaligus melatih Orang Muda Katolik agar memiliki kesiapan skill di tengah perkembangan dunia pariwisata yang semakin kompetitif” katanya.

Apalagi kata Pastor  Prian, Labuan Bajo sebagai bagian dari wilayah kerja Keuskupan Ruteng, telah mendapat predikat khusus sebagai Pariwisata Premium. Konsekuensinya, orang lokal, lebih-lebih anak muda tidak boleh menjadi penonton. Orang mudah harus menjadi pelaku aktif pariwisata dengan kompetensi dan prinsip kerja yang profesional, berdaya saing dan kolaboratif.

Sekalipun begitu, Alumnus STFK Ledalero ini mengingatkan, Gereja selalu memiliki cara pandang yang khas terhadap setiap pembangunan termasuk pariwisata. Gereja melihat pembangunan pariwisata tidak sebatas pada pembangunan fisik yang ditunjang oleh Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) memadai, tetapi juga lebih dari itu harus berbasis dan boerorientansi pada keberlanjutan hidup dan peradaban.

“Kami mengutus teman-teman agar dapat membekali diri kalian menjadi pelaku pariwisata dengan prinsip-prinsip kerja yang profesional, berdaya saing dan kolaboratif. Tapi ingat, Gereja punya tanggung jawab besar memastikan pembangunan pariwisata holistik-integral. Sebagai bagian dari Gereja, tugas dan misi Gereja itu melekat dalam diri kalian. Misi Gereja dalam hal ini adalah, memastikan pembangunan Pariwisata melibatkan masyarakat lokal, menjaga keutuhan lingkungan hidup dan bernilai kebudayaan tinggi”, pesan pastor Prian saat mengutus dan membekali OMK ke tempat Live In.

Pantauan media ini, di Lokasi Live In, peserta melakukan banyak kegiatan. Dari Workshop bertemakan Pariwisata dan Pertanian, pelatihan dasar menjadi konten kreator media sosial kepariwisataan, Pelatihan pembuatan pupuk Organik, diskusi kelompok dan sharing bersama. Kegiatan ini berlangsung dua hari full, yaitu dari Jumat (17/6/22) sampai Minggu sore (19/6/22). Adapun peserta yang hadir adalah perwakilan seluruh OMK Se-Kevikepan Labuan Bajo.

Pembuatan Pupuk Organik di Lando

“Menarik dan ada banyak manfaat yang kami dapat dari kegiatan ini. Yang pasti, di tingkat Paroki, poin-poin penting soal kepariwisataan dan pertanian, sebagaimana kami peroleh selama dua hari penuh di Lando akan kami implementasikan dalam program-program OMK ke depan” kata Ketua OMK Paroki Orong, Albertus Maitua.

Bertus menambahkan, sejauh ini OMK Paroki Orong telah bekerja sama dengan pengurus Paroki dan pemerintah merancang program-program strategis dalam memaknai tahun Pariwisata Holistik 2022.

“Sebagiannya telah kita lakukan seperti pelatihan pembuatan pupuk organik. Ke depan masih banyak kegiatan-kegiatan serupa yang segera kita tuntaskan, seperti menanam pohon di mata air dan mengunjungi situs-situs wisata seputaran paroki Orong” kata Bertus.