Tubuh Anda adalah Medan Pertempuran: Pengaruh Barbara Kruger pada Seni Feminis

0

SPIRITUAL, Bulir.id – Perubahan besar dalam gerakan seni feminis mulai terbentuk pada awal 1980-an. Seniman mulai membahas feminisme melalui lensa teori postmodern. Berusaha untuk mengeksplorasi pertanyaan identitas dan gender yang awalnya tidak dibahas dalam seni feminis tahun 1960-an dan 1970-an. Di garis depan perubahan ini adalah karya seniman konseptual Barbara Kruger yang dikenal karena seni teksnya yang berani mengkritik konsumerisme dan media massa.

Kita dapat melihat lebih dekat pada salah satu karyanya yang berjudul You Are Not Yourself. Di sana ada pergeseran ideologis dalam feminisme. Dengan kejeniusan, ia menggunakan bahasa dan tipografi untuk membuat pembaca bertanya-tanya identitas mereka sendiri.

Barbara Kruger: Kehidupan & Karya

Lahir pada tahun 1945, Barbara Kruger dibesarkan dalam keluarga kelas pekerja di Newark, New Jersey. Dia sempat kuliah di Syracuse University dan Parsons School of Design sebelum bekerja di Condé Nast Publications untuk desain halaman pada majalah Mademoiselle. Sepuluh tahun kemudian ia bekerja sebagai desainer grafis lepas dan editor foto untuk berbagai publikasi dan proyek.

Kruger mulai menciptakan seni sejak tahun 1969, pertama-tama bereksperimen dengan hiasan dinding multimedia dan lebih banyak seni dan objek abstrak. Setelah istirahat pada tahun 1976 dan pindah ke Berkeley, California, di mana dia mengajar di University of California, Kruger kembali fokus pada fotografi. Baru pada awal 1980-an Kruger mulai membuat kolase dan seni teks ikoniknya yang terkenal hingga saat ini.

Karya Kruger mencerminkan penemuan media konsumtif tentang kekuatan formatif gambar, tetapi dia menggunakan teori ini untuk tujuan  politik. Dengan mempertimbangkan pengalaman masa lalunya dalam periklanan, Kruger mengembangkan tampilan khasnya: foto hitam putih kontras tinggi dengan kata-kata yang diatur dalam huruf tebal berbentuk blok yang dilapiskan di atasnya.

Ia biasanya menggunakan ungkapan pendek dan sederhana tetapi dikemas dengan makna yang sangat dalam. Apa yang membuat format ini begitu efektif adalah simulasi citra media: foto hitam putih mirip dengan yang ditemukan di surat kabar dan tabloid, sedangkan kata-kata tebal dan sederhana tampak sangat kuat, memberikan penekanan pada pernyataan.

Latar belakang Kruger dalam desain grafis dan periklanan tercermin dalam gaya khasnya tahun 1980-an. Dekade di mana ia menghasilkan banyak karya yang membuatnya terkenal, termasuk I Shop Therefore I Am (1987) dan Your Body is a Battleground (1989) yang terakhir diproduksi untuk Women’s March di Washington DC.

Teks pendek dan kuat seperti itu, sering ditulis dalam font sans-serif Futura Bold Oblique atau Helvetica Ultra Condensed (keduanya dia populerkan), menjadi inti dari karyanya, biasanya berlapis di atas foto hitam-putih. Gabungan elemen-elemen ini memungkinkan Kruger untuk membahas subjek kompleks yang sangat sederhana seperti identitas, konsumerisme, dan feminisme. Hal ini sangat penting di tahun 1980-an karena ide-ide postmodern memasukkan diri mereka ke dalam pemikiran feminis: ideologi sedang berubah, dan karya Kruger berada di garis depan dalam menampilkan transformasi ini.

Evolusi Gerakan Seni Feminis

Gerakan seni feminis di Amerika Serikat berkembang selama apa yang dikenal sebagai “feminisme gelombang kedua.” Era ini, dari tahun 1960-an hingga 1980-an. Fokus pada pertanyaan tentang seksualitas, peran gender, hak-hak reproduksi, dan penggulingan struktur patriarki. Sebaliknya, feminisme gelombang pertama, yang berasal dari abad ke-19, lebih berpusat pada hak pilih perempuan. Penting juga untuk dicatat bahwa baru pada feminisme gelombang kedua, perempuan kulit berwarna memegang posisi penting dalam gerakan. Gelombang pertama dipimpin terutama oleh wanita kulit putih yang menggembar-gemborkan masyarakat kelas menengah, dengan pengecualian feminis awal yang terikat dengan gerakan abolisionis, seperti Sojourner Truth.

Secara ideologis, kebangkitan gerakan seni feminis pada tahun 1960-an dan 1970-an berusaha untuk merebut kembali identitas perempuan sambil mempertahankan apa yang mereka yakini sebagai perbedaan mendasar antara laki-laki dan perempuan. Seniman feminis selama tahun tujuh puluhan mengeksplorasi pengalaman kolektif bersama perempuan sebagai sarana untuk memahami diri mereka sendiri sebagai individu. Eksplorasi ini banyak berhubungan dengan tubuh perempuan, yang telah menjadi simbol kepasifan dan objektifikasi.

Seni feminis tahun 1970-an berharap untuk mengubah itu: ia berusaha untuk meningkatkan sifat-sifat yang dianggap biasanya feminin ke tingkat nilai dan penghargaan yang sama dengan sifat-sifat yang dianggap maskulin. Selain itu, daripada menilai kecantikan feminin karena pengaruhnya terhadap hasrat pria, seniman berusaha menghargai kecantikan feminin untuk pemberdayaan mereka sendiri. Contoh seni dari era ini termasuk karya seni pertunjukan Interior Scroll oleh Carolee Schneemann, The Dinner Party oleh Judy Chicago, dan film yang dibuat oleh Cindy Sherman.

Pada 1980-an, seniman feminis mulai memperluas definisi feminisme dengan mengeksplorasi gagasan gender tidak sekedar biologis melainkan konstruksi yang dihasilkan melalui representasi. Keyakinan baru adalah bahwa tanda memainkan peran penting dalam menentukan standar sosial seksualitas, dan biner maskulin/feminin adalah akibatnya.

Alih-alih sekadar merebut kembali tubuh perempuan dari pandangan laki-laki, feminisme generasi baru ini ingin mengetahui mengapa perempuan secara pasif membiarkan tatapan laki-laki dan mengapa laki-laki menjadi penonton aktif untuk menghancurkan ideologi yang mendasarinya sama sekali.

Kamu Bukan Dirimu Sendiri

Montase tahun 1981 karya Barbara Kruger, You Are Not Yourself secara ekspresif menggambarkan konsep-konsep ini dalam gaya klasiknya. Seorang wanita mengintip ke dalam cermin yang pecah, memegang salah satu pecahan di antara jari-jarinya, diperlihatkan dengan kata-kata “Kamu Bukan Dirimu Sendiri” di atasnya.

You Are Not Yourself oleh Barbar Kruger

Cermin yang pecah mendistorsi citra perempuan, sehingga membuat representasi dirinya sebagai perempuan dalam masyarakat tampak berubah. Dia tidak lagi menjadi dirinya sendiri karena masyarakat dapat mendefinisikannya. Berkat banyak standar dan peran yang sering bertentangan yang dipegang perempuan dalam komunitasnya, refleksi diri seorang perempuan ditemukan dalam banyak kasus, mengarah pada kesadaran bahwa dia sendiri terfragmentasi dan oleh karena itu bukan dirinya sendiri.

Kamu Bukan Dirimu Sendiri lebih khusus membahas identitas perempuan dalam konteks masyarakat dan bagaimana  representasi mereka harus diubah jika  berharap untuk keluar dari prasangka yang didasarkan pada gender. “Pengendalian dan pemosisian tubuh sosial” berperan penting dalam menghasilkan anggota masyarakat yang normal yang dapat menyesuaikan diri dengan baik ke dalam tatanan ideologis, sosial, dan ekonominya. Kruger berusaha untuk mendefinisikan kembali subjek manusia dalam hal kekuatan sosial.

Dalam karyanya, ia melakukannya dengan menonjolkan stereotip dan representasi yang menyertai feminitas untuk mewujudkan perubahan. Selain itu, Kruger mempertanyakan posisi tubuh sosial; dia mengeksplorasi bagaimana individu dibentuk oleh masyarakat dan bagaimana kebiasaan dan adat istiadat masyarakat menentukan siapa mereka. Individu selalu ada dalam hubungannya dengan sesuatu yang lain; tidak mungkin tanpa pengaruh dari luar.

Pentingnya Teks

Kruger menggunakan font tebal untuk meminjamkan suara berwibawa ke teks dan menggunakan kata ganti orang untuk menarik pembaca ke dalam percakapan, sehingga membuat pembaca tidak lagi independen dari wacana.

Kata-kata sangat kuat, dan mereka dapat menundukkan kita. Kruger membuat “tidak” sangat kecil di tengah, dengan huruf putih di latar belakang hitam, yang merupakan kebalikan dari semua format kata lain. Dia melakukan ini agar, dari jauh, gambar itu bisa dibaca “Kamu adalah dirimu sendiri,” menipu pembaca agar percaya pesan yang berbeda diceritakan oleh karya itu.

Penggunaan kata ganti “kamu” dalam frasa dibuat seolah-olah ditujukan kepada wanita dalam gambar dan pembaca, sehingga menempatkan mereka dalam pengalaman yang sama. Huruf-huruf individual dari frasa tersebut dipotong dan dipisahkan, yang selanjutnya memberikan perasaan terfragmentasi.

You Are Not Yourself adalah panggilan bagi penonton untuk menyadari subjektivitas mereka sendiri sebagai individu. Kami hanyalah representasi dari diri kami sendiri dan hanya ada melalui mata orang lain.

Barbara Kruger: Membawa Sentuhan Feminis ke Seni Postmodern

Menangani sesuatu yang berat seperti konsumerisme, feminisme, dan politik identitas dalam seni bukanlah tugas kecil, tetapi mencapainya dengan mengubah subjek ini menjadi gambar yang berani dan provokatif yang mengingatkan pada penyebaran mode dan citra media massa jauh lebih mengesankan. Barbara Kruger membawa pemikiran feminis ke panggung seni postmodern, sehingga menimbulkan percakapan penting, tidak hanya di dunia seni tetapi masyarakat secara keseluruhan.

Tatapan Anda Menyentuh Sisi Wajah Saya

Seni tekstualnya yang mudah dikenali mempertanyakan banyak aspek dunia kita, dan You Are Not Yourself berbicara terutama tentang konstruksi gender dalam masyarakat dan bagaimana hal itu memengaruhi identitas perempuan. Karya lain yang membahas hal ini termasuk Untitled (Your Gaze Hits the Side of My Face) dari 1981, yang mempertanyakan peran tatapan pria, serta karya Your Body is a Battleground, 1989.*