Catatan Pendek HARDIKNAS di SDN Rio-Minsi

0

Oleh: Marsel Koka*

SPIRITUAL, Bulir.id – Semua sekolah di Indonesia telah merayakan hari Pendidikan Nasional atau HARDIKNAS pada tanggal 2 Mei 2023. Moment ini bersejarah dirayakan secara berbeda dan penuh kreatif oleh kebanyakan sekolah di tanah air. Kegiatan HARDIKNAS tahun ini diformat dalam tema “Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar”.

SDN Rio-Minsi yang merupakan salah satu sekolah dasar yang berada dalam wilayah administrasi Desa Benteng Tawa V, Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada berlaku sebagai tuan rumah, tempat penyelengaraan perayanaan HARDIKNAS tahun ini.

Berada dalam gugus I Riung Barat, SDN Rio-Minsi menerima beberapa sekolah lainnya seperti SDK Terong Kedong-Mbazang, SDK Ruping-Mok, SDI Lindi dan SDN Waesaok. Kegiatan ini terbilang historis untuk SDN Rio-Minsi karena baru pertama kali dipercayakan sebagai sekolah penyenggara.

Berdasarkan informasi yang didapat atau melalui rekam jejak sosial media terutama facebook yang saya ikuti, diketahui bahwa paling tidak sejak bulan April 2023 segala persiapan sudah dirancang. Rapat berkala serta komunikasi antara guru dan orangtua murid terlihat sangat intens.

Panita penyelenggara merancang berbagai perlombaan baik dalam ruangan maupun luar ruangan. Perlombaan dalam ruangan seperti paduan suara wajib dan pilihan, puisi, mazmur, pidato bahasa Indonesia, Calistung, dan LCT. Perlombaan luar ruangan seperti pertandingan bola kaki dan bola voly, lari jarak 80 dan 100 meter serta tarian adat Lage Alu.

Keterlibatan orangtua sangat nampak selama kegiatan. Mereka mempersiapkan panggung perlombaan, menata lapangan serta memperlengkapi segala kebutuhan lainnya seperti mempersiapkan makanan bagi anak murid serta bagi panitia.

Kegiataan yang dimulai sejak tanggal 27 April hingga 2 Mei ini diawali dengan sapaan adat Pintu Manuk pada awal kedatangan lalu Perayaan Ekaristi pada hari Minggu 30, 2023 serta diakhiri dengan acara Pintu Manuk oleh tokoh masyarakat Rio-Minsi.

Masyarakat Benteng Tawa Raya sejak awal sangat antusias menyaksikan perlombaan ini baik siang maupun malam. Tak heran jika selama satu Minggu lebih Rio-Minsi berubah wajah dari sebuah wilayah yang terkesan sepi berubah menjadi sebuah kota kecil penuh ramai dan riuh suasananya.

Setiap perlombaan selalu dramatis, penuh kejutan dan sulit diprediksi siapa yang kalah dan siapa yang menang. SDN Rio-Minsi yang dulu pernah sangat berkuasa dalam urusan sepak bola kali ini misalnya harus mengakui kehebatan SD yang lain. SDN Lindi yang pernah tampil garang sejak awal pada babak akhir harus bertekuk lutut dihadapan SDN Waesaok. Saya yakin ada beberapa perlombaan yang lain yang membuat penonton heran dan terkagum-kagum.

Rasa bangga orangtua sangat kelihatan ketika anak mereka tampil baik di lapangan maupun di panggung. Apalagi anak mereka pulang membawa piala. Kegiatan ini semakin luarbiasa ditambah pula dengan kehangatan dan keramahtamahan orang Rio-Minsi. Ya, orang Rio-Minsi itu sejak dulu tidak saja terkenal karena ramah tapi mereka juga selalu apik dalam mempertahankan dan mempertunjukkan warisan budaya seperti tarian adat dan lain-lain. Saya sangat yakin mereka tunjukkan itu dalam kegiatan kemarin.

Setelah kurang lebih satu Minggu perlombaan berlansung, kemarin pada tanggal 2 Mei, semua rangkaian kegiatan ditutup dengan apel bersama sekitar jam 9. Apel itu sepenuhnya dipercayakan dan ditugaskan kepada SMP Satu Atap Riung Barat. Pihak SMP sendiri dengan sangat luarbiasa memberikan yang terbaik untuk kegiatan ini. selamat untuk kalian.

Apel dihadiri oleh berbagai elemen mulai anak didik dari enam sekolah, para guru, tokoh agama, pengawas, tenaga Kesehatan, Babinsa, para kepala desa sebenteng Tawa Raya, tokoh muda, tokoh perempuan, serta orang tua murid. Semua rangkain kegiatan ini ditutup pemberian penghargaan kepada para pemenang selanjutnya makan siang dan menari bersama.

Terlepas dari mungkin saja ada banyak kekurangan selama kegiatan berlansung namun sebagai salah satu alumni SDN Rio-Minsi yang hanya melihat dari jauh saya turut merasa bangga karena SDN Rio-Minsi sudah berani mengatakan kata YA dan kemudian menyukseskan acara ini dari awal hingaa akhir.

Tentunya keberhasilan selama kegiatan itu tak terlepas dari keterlibatan banyak pihak yang secara kelihatan maupun mungkin saja bekerja secara senyap baik dari anak didik, para guru, orangtua murid, pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat serta semua masyarakat.

Terima kasih karena sudah memberikan yang terbaik dan menciptakan keyamanan selama kegiatan. Kami yang berada di luar daerah turut bangga dengan SDN Rio-Minsi dan masyarakat semua yang telah memberikan yang terbaik selama kegiatan berlangsung.

Untuk anak-anak didik terus berjuang dan gantungkan cita-cita-mu setinggi langit dan bermimpilah setinggi langit. Bung Karno pernah bilang “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.”

Berjunglah supaya kalian bisa menjadi salah satu dari antara sepuluh pemuda itu nanti.*


*Marselinus Koka merupakan pria kelahiran Rio-Minsi, Desa Benteng Tawa V, Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada. Imam Rogationis Hati Yesus tersebut kini sedang menjalani tugas pelayanannya di Merville Paranaque, Filipina-Manila.