Dari Roleplay hingga Games, Cara Kreatif Mahasiswa KKN Mengajar Bahasa Inggris di SMP Al-Islamiyah

0

Jakarta, BULIR.ID – Suasana SMP Al-Islamiyah di RW 03, Kelurahan Kali Baru, siang itu terasa berbeda. Riuh suara anak-anak berusia 5–12 tahun terdengar menyanyi sambil mengeja huruf alfabet.

Sesekali mereka bertepuk tangan, tertawa, atau menirukan sapaan dalam bahasa Inggris. “Hello, my name is…” begitu terdengar kompak dari barisan kecil siswa yang bersemangat.

Inilah suasana program pelatihan bahasa Inggris interaktif yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta. Selama tiga pertemuan, mereka mendampingi anak-anak belajar bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan: bernyanyi, bermain, dan roleplay.

Menurut Faris Naufal Ramadhan, mahasiswa Manajemen Bisnis yang terlibat langsung dalam kegiatan ini, pendekatan interaktif dipilih agar anak-anak tidak merasa terbebani.

“Kami ingin mereka belajar dengan gembira. Dengan bernyanyi dan bermain, materi lebih mudah mereka ingat,” kata Faris dalam keterangan tertulisnya usai kegiatan, Rabu (3/9/2025).

Belajar Sambil Bermain

Di pertemuan pertama, anak-anak diajak mengenal alfabet, angka, dan warna melalui lagu. Hasilnya, mereka bisa menyebut huruf-huruf dan menghitung angka dasar dengan percaya diri.

Pertemuan kedua lebih menantang. Anak-anak belajar nama-nama hewan, anggota keluarga, dan penggunaan kata ganti (pronoun). “Mereka langsung praktik, menyebut ‘he’ atau ‘she’ sambil menunjuk temannya. Itu membuat suasana kelas jadi hidup,” ujar Faris.

Pertemuan terakhir ditutup dengan roleplay. Anak-anak mempraktikkan sapaan dan perkenalan diri. Meski sederhana, mereka terlihat bangga ketika bisa memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris di depan teman-teman.

Menumbuhkan Kepercayaan Diri

Lebih dari sekadar kosakata, program ini ditujukan untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak dalam menggunakan bahasa Inggris. “Mereka jadi berani mencoba, dan itu yang paling penting. Bahasa itu soal praktik, bukan sekadar teori,” tutur Faris.

Menurutnya, capaian anak-anak dalam waktu singkat ini membuktikan bahwa metode pembelajaran kreatif dapat meningkatkan kemampuan sekaligus motivasi belajar. “Kalau metode ini terus dijalankan, mereka akan lebih siap menghadapi dunia yang semakin global,” katanya.

Inspirasi untuk Program Serupa

Program ini juga memberikan manfaat lain: mengembangkan keterampilan sosial, melatih konsentrasi, dan membiasakan anak-anak berkomunikasi dalam konteks nyata.

Bagi Faris, pengalaman KKN ini bukan hanya tentang mengajar, tetapi juga belajar dari antusiasme anak-anak. “Saya melihat bagaimana semangat belajar mereka bisa menginspirasi kita semua. Anak-anak ini punya potensi besar kalau diberi kesempatan,” ujarnya.

Ke depan, ia berharap program semacam ini dapat direplikasi di lebih banyak daerah. “Kami ingin program ini jadi model bagi kegiatan serupa. Dengan pendekatan yang menyenangkan, bahasa Inggris tidak lagi dianggap sulit,” kata Faris.

Dari ruang kelas sederhana di SMP Al-Islamiyah, semangat kecil itu menyala. Dengan lagu, permainan, dan tawa, anak-anak Kali Baru belajar menggapai dunia yang lebih luas lewat bahasa Inggris.