Keluarga Besar Arombi-Jakarta Rayakan Natal dan Tahun Baru Bersama, Usung Tema: Peliharalah Kasih Persaudaraan

0

JAKARTA, Bulir.id – Pandemi covid-19 telah berakhir sehingga memungkinkan umat beriman, khususnya komunitas Arombi berkumpul bersama untuk merayakan misa Natal dan Tahun Baru (Nataru) bersama dalam balutan kekeluargaan, di Kebon Kacang, Jakarta Pusat, Minggu, (08/01/23) Wib.

Misa Nataru tersebut mengusung tema: Peliharalah Kasih Persaudaraan yang dikutip dari nas Kitab Suci (Ibrani 13:1). Misa tersebut dipersembahkan oleh seorang imam muda, Romo Michel Gabra Santrio, OFM yang dihadiri oleh orang muda dan sebagian tokoh sepuh Habi-Jakarta.

Dalam homilinya, imam asal Manggarai tersebut mengajak orang-orang muda Habi-Jakarta khusunya Arombi untuk terus mencari sesuatu yang bermakna. Sekaligus membawa terang untuk mengarahkan dan menuntun banyak orang kepada Yesus Kristus.

Lebih lanjut, pada minggu Penampakan Tuhan (Epivani) tersebut ia menmbahkan bahwa untuk menjadi bermakna, kita perlu membuka diri bagi sesama kita yang lain. Sebab dalam diri sesama tersebut Allah hadir. Ia hadir melalui orang-orang di sekitar kita (orang sakit, buta, tuli dll).

Baginya, relasi antara dua manusia selalu submissif dari aku (ego) menuju yang-lain. Kita harus bertanggungjawab atas hidup orang lain di sekitar kita. Kita tidak hanya bertanggungjawab atas hidup satu orang, karena orang di hadapan kita merupakan jejak dari Yang Tak Terbatas (Allah yang kita imani), maka kita harus bertanggungjawab pula pada hidup semua orang lain di belakangnya, yang sudah tercakup di dalam orang tersebut.

Udinharto, selaku ketua panitia juga menambahkan bahwa acara tersebut terlaksana berkat kerjasama seluruh anggota yang memiliki harapan untuk berkumpul bersama setelah sekian lama dihantam oleh badai covid-19.

“Setelah sekian lama, kurang lebih tiga tahun, kita tidak merayakan natal dan tahun baru bersama. Baru kali ini kita mencoba merekatkan kembali tenunan kebersamaan, setelah covid menghantam dunia kebersamaan itu menjadi tak mungkin. Namun kali ini sudah memungkinkan untuk kita duduk bersama,” kata pria kelahiran Lokaria tersebut.

Lebih lanjut, ia berharap tema yang diusung dalam acara kali ini dapat menjadi semangat bagi orang muda untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan setiap hari. Semangat kasih persaudaraan perlu dipupuk, disirami hingga dapat berbuah bagi sesama yang membutuhkan. Buah-buah itu memungkinkan kita untuk meraih kesuksesan, sukacita dan kesehatan.

Hadir juga saalah satu tokoh yang dituhkan di Arombi, bapak Manek. Beliau mengatakan bahwa tahun 2022 yang telah dilewati dengan sukacita maupun dukacita menjadi refleksi dan sebagai kompas di tahun 2023. Menurutnya, baik sukacita maupun dukacita merupakan berkat dari Tuhan. Ia pun berharap, orang muda dapat mengisi tahun 2023 dengan segala hal yang positif dan membuka lembaran baru dengan sukacita.

Ia juga menghimbau orang muda perlu merawat kasih persaudaraan diantara anggota maupun dengan siapa pun dimana kita berpijak. Jika itu semua dilakukan dengan hati, ia akan hertumbuh dan berbuah.

Sedangkan salah satu sepuh asal Habi, bapak Robet Dewa memberi apresiasi kepada Arombi, sebab dapat menyatukan orang muda Habi Diaspora di Jakarta untuk berkumpul dalam satu wadah dan saling berbagi kasih dalam kebersamaan.

Tokoh asal Habi tersebut selalu menyerukan semangat untuk merawat kebersamaan dan giat merangkul orang muda untuk melakukan hal-hal yang positif dengan memgedepankan kasih persaudaraan. Meski tidak menjadi anggota Arombi, beliau tetap memberikan support kepada Arombi untuk tetap selalu bersama baik dalam kedaan suka maupun duka. Hal itu sudah dibuktikan beliau pada saat pandemi herlangsung dengan menginisiasi terbentukknya Grup Paroki Habi Bersatu, sebagai upaya untuk membendung warga habi diaspora yang terdampak pandemi.

Ia juga berharap, orang muda Diaspora Habi yang tergabung dalam Arombi agar terus memupuk kasih persaudaraan tanpa harus ada pengkotak-kotakan. Sebab menurutnya, semua kita adalah bersaudara sebagaimana diajarkan oleh Kristus untuk saling mengasihi.

“Semoga berkat kehadiran Kristus memampukan kita untuk untuk saling mengasihi satu sama lain. Sekaligus kita perlu menata masa depan yang lebih baik, menjadikan tahun yang berlalu sebagai pelajaran untuk menata tahun yang akan kita jejaki ini,” ungkap bapak Robet Dewa.

Pada bagian akhir, Jhoni Sito sebagai koordinator umum acara sekaligus ketua Arombi mengucapkan terima kasih kepada semua anggota, para sepuh dan juga para donatur yang telah berbagi kasih dalam menyukseskan acara Nataru tersebut. Terutama kepada bapak Petrus Selestinus, SH., Bapak Robet Dewa dan Ibu Aska Lidya, Bapak Sebastianus Sepin dan juga Bapak Yohanes S. Keyrans yang telah berpartisipasi dalam berbagi kasih untuk menyukseskan acara tersebut.

Eks supervisor Sogo era 2000-an ini juga berharap, agar kebersamaan tersebut tidak berhenti hanya sampai disini tetapi berlanjut terus menerus. Kasih persaudaraan itu perlu dipupuk terus menerus sehingga berbuah bagi banyak orang. Dengan kasih persaudaraan memampukan kita untuk lebih kuat dalam menapaki terjalanya tahun 2023.

“Tak seorang makhluk pun hidup tanpa kehadiran orang lain. Oleh karenanya Arombi adalah rumah kita bersama untuk saling menyapa dan berbagi kasih. Arombi yang beratapkan kasih dan berdindingkan persaudaraan akan menjadi rumah bagi kita semua,” sergah Sito.

“Persaudaraan perlu dipupuk, agar tak tergerus arus waktu. Gerusan arus waktu 2022 itu diharapakan tak mengikis kebersamaan dan merobek tenunan kasih. Semoga damai Natal memulihkan gerusan arus 2022 dan merajut kembali kasih persaudaraan di tahun 2023. Di awal tahun ini, sembari mensyukuri tahun yang berlalu sekaligus kita pun berharap menata masa depan 2023 yang lebih cerah dengan semangat kasih persaudaraan,” tutup Maneger Panti Werda Pademangan Jakarta Utara.

Perlu diketahui bahwa Arombi merupakan salah satu kelompok kecil arisan orang muda Paroki Santa Maria Immaculata Habi-Maumere yang berdomisili di Jabodetabek. Kelompok tersebut tumbuh dan berkembang sejak pandemi berlangsung dengan tujuan membangun tali silaturahmi. Kemudian tali silaturahmi tersebut terus dipererat setelah pandemi dengan mengadakan kegiatan-kegiatan positif baik rohani maupun jasmani lainnya.*