Selamat Jalan Mudasir yang Baik Hati

0
Ketua HIPMI Sulawesi Tenggara periode 2006-2009, Mudasir Usman meninggal dunia

MUDASIR YANG BAIK HATI

TATKALA siapapun bertanya siapakah Mudasir Usman bagiku, maka tanpa pikir panjang saya punya berderet jawaban.

Mudasir, yang saya kenal dari persahabatan lama kami, adalah seorang pribadi yang baik hati, rendah hati, dermawan, proaktif berbagi (sharing), ikhlas dan sederhana.

Selain mudah berbagi informasi dan selalu mendengarkan setiap apa pun untuk sebuah solusi. Dengannya saya merasa betah. Dia adalah pribadi yang menyenangkan.

Yang mengesankan saya ialah kelebihan-kelebihan tadi, dia kemas dalam kesederhanaan hidup dan sikapnya.

Mudasir bukan orang yang tidak berpunya. Dia berasal dari latarbelakang keluarga pengusaha di Wakatobi, kampung asalnya.

Namun yang dia peragakan sehari-hari ialah sikap biasa-biasa saja. Jauh dari sikap show, sok-sokan dan gagah-gagahan, perilaku yang biasanya kentara pada OKB (Orang Kaya Baru).

Selain itu, dia selalu mendukung sahabat-sahabatnya yang potensial dengan caranya yang khas dan sederhana. Kalimat-kalimatnya singkat, halus, sopan, adem, terukur dan seperlunya.

Dalam berbisnis, boleh-boleh saja berbeda pendapat, tapi begitu sdh jadi keputusan bersama, dia patuh terhadap keputusan itu. Sungguh seorang sahabat yang berwatak luhur.

Sering terdengar dari mulutnya tentang LKPN ( Lembaga Kemitraan Pembangunan Nasional) jauh sebelum akhirnya beberapa bulan lalu dia sendiri membujuk saya masuk menjadi anggotanya.

Saya masih ingat, berikut ini alasan yang dia katakan untuk meyakinkan saya: “pak, ide-ide besar perlu disalurkan melalui lembaga dan hrs dikerjakan bersama. Gak bisa sendiri-sendiri!”

Saya menangkap pesan betapa dia berbangga telah menjadi bagian dari LKPN. Tak cukup kebanggaan untuk dirinya sendiri. Dia mendorong sahabat-sahabatnya untuk berpartisipasi dalam kebanggaannya itu. Sungguh seorang sahabat yang berbagi dan tidak berorientasi diri sendiri.

Sedih sekali mendengar kepergiannya pagi ini. Hanya sejumput doa semoga pintu sorga dibukakan baginya dan jalannya dilapangkan.

Terimakasih Mudasir, sahabatku atas persahabatan dan pengalaman bersama selama di Jakarta.

Engkau telah tunjukkan kepadaku apa artinya menjadi manusia berkualitas selama hidup di bumi.

Bahwa manusia setinggi-tingginya berupaya tapi tetaplah ALLAH Maha Besar yang menentukan hasil akhir.
Bahwa berjuang itu MULIA dan duduk bermalas-malasan itu, HINA.

Imanmu itulah yang menjadi kekuatan dan energi jiwa ragamu selama ini. Terutama di dua tahun terakhir ketika engkau didera sakit jantung dan ginjal.

Utk itu semua, terimakasih. Engkau tak terlupakan, sahabatku.
Sampai jumpa kelak di surga.

Sahabatmu,
GERARD N. BIBANG