Tilik Bulir

“Titik-titik Cahaya,” oleh Gerard N Bibang

0
TITIK-TITIK CAHAYA kepada-MU dan kepadamu semua terimakasih berujud syukur melebur dalam TITIK CAHAYA semakin ke sini rambut menipis dan habis signal kuat di sini memang tidak abadi kukira rinduku hampir sempurna ketika terhentak...

“Madah Lelaki Tua,” oleh Gerard N Bibang

0
MADAH LELAKI TUA (1) aku bermadah tentang seorang lelaki tua; yang menghamparkan samudera; tidak di bumi, melainkan di kedalaman dada; yang bermandikan kucur keringat karena dipanggang...

“Madah Digital,” oleh Gerard N Bibang

0
MADAH DIGITAL (1) siapakah manusia di zaman digital yang syarat informasi serba cepat ini? ialah bayi-bayi yang lahir dengan mouse di tangan kanannya dan smartphone di...

“Madah Sawah,” Puisi Gerard N Bibang

0
MADAH SAWAH (1) kemuning sawah itu adalah rahim ibundamu, ibunda kita yang mengandungmu dengan sengsara melahirkanmu dengan hentakan rasa sakit sambil berurai airmata perih batang-batang padi bersama dedaunan kemuningnya serta palawija...

“Lagu Senyap,” Kumpulan Puisi ‘Ibu’ Gerard N Bibang

0
CAHAYAMU, SEDIKIT SAJA wahai Tuhan aku memohon cahaya-MU sedikit saja atas kegelapan cakrawalaku dalam mencinta kepada-MU dan kepada manusia kepada ibuku dan kepada kekasih di sini mau pun di...

“Terlantun Sebuah Nama,” oleh Gerard N Bibang

0
*Untuk Ibuku cintaku selalu terlantun kepada sebuah nama dari pagi hingga pagi lagi melumerkan rindu yang merembes dalam sukma betapa lucunya rinduku didengarkan oleh semesta di langit tinggi dalam...

Kupu-Kupu: Simbol Hidup Dan Harapan Umat Manusia

0
Bulir.id - Gerakan untuk perubahan membutuhkan simbol-simbol yang kuat. Merpati Picasso selamanya identik dengan Dewan Perdamaian Dunia, dan bendera pelangi tak terpisahkan dari kebanggaan...

“Layar Bioskop,” Kumpulan Puisi ‘Mengitip Cakrawala” oleh Gerard N Bibang

0
MENGINTIP CAKRAWALA-13: MAKA RINDUKU terlukis di cakrawala sebuah kerinduan yang dapat abadi; yang dapat memeluk dirinya sendiri seperti bayi yang memeluk dirinya sendiri saat melucur dari...

“Meski Dukaku Tak Sampai,” Karya Gerard N Bibang

0
MESKI DUKAKU TAK SAMPAI adakah seorang penyair di luar sana yang mampu menggambarkan; betapa sebuah rindu tidaklah berlangsung datar tanpa guncangan di sini, tangisku merintih, sendiri;...

“Tidak Seperti Laki-laki Itu,” Kumpulan Puisi ‘Mengintip Cakrawala’ oleh Gerard N Bibang

0
MENGINTIP CAKRAWALA-10: PILIHAN GANDA merindukanmu dengan segenap jiwa ibarat menyilang soal-soal pilihan ganda harus tetap menyilang salah satu jawaban betapapun anehnya jawaban-jawaban yang tersedia rinduku bukan dongeng Cinderella...

“Engkau Baru Saja Tiada,” Puisi Gerard N Bibang

0
kudengar angin tua kembali berdesir menggugurkan senja mentari sebentar lagi pergi merebahkan kepalanya aku pun sadar engkau baru saja tiada bayangan bergilir bayangan selalu saja kembali terulang engkau baru saja pergi tanpa...

Masih Tertatih; Menyoal Mutu SDM NTT

0
Oleh: Alex Andi Watir Tilik. Bulir.id. Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), menyajikan angka pencapaian partisipasi pendidikan penduduk Nusa...

“Hanya Sekali,” Kumpulan Puisi ‘Mengintip Cakrawala oleh Gerard N Bibang

0
MENGINTIP CAKRAWALA-7: HANYA SEKALI engkau datang sekali, tidak dua kali cinta pun bersemi, sekali, tidak dua kali bersemayam abadi dalam sanubari einmalig, hanya satu kali jikalau aku mengintip cakrawala bukanlah...

“Rembang Petang,” Kumpulan Puisi ‘Mengintip Cakrawala’ oleh Gerard N Bibang

0
MENGINTIP CAKRAWALA-4: TIBA-TIBA teringat aku tiba-tiba akan kerutan yang berombak di dahiku; dan juga rambutku yang mulai pecah memutih ke sebagian kepalaku; tiba-tiba aku teringat pohon...

“Membentak Kesunyian,” Kumpulan Puisi ‘Mengintip Cakrawala’ oleh Gerard N Bibang

0
MENGINTIP CAKRAWALA-1 : BUKAN BODOH bukan bodoh jika aku mengintip cakrawala ke atas sana aku menitipkan harapan wahai kekasih, aku tidak ingin menjadi manusia suci apalah artinya menjadi suci...

“Ziarah Bathin,” Kumpulan Puisi Berseri ‘Setelah Ini” Gerard N Bibang

0
SETELAH INI-48: ZIARAH BATHIN setelah ini, kupikir-pikir, ziarah bathinku sudah dimulai dan tiada akhir; ziarah ke mana kalau bukan kepadamu; kepada siapa, kalau bukan kepada kekasih;...

‘Tapi Kau Tetap Rembulan’: Narasi Puitik untuk Alfrida Hanu

0
TAPI KAU TETAP REMBULAN (Narasi Puitik Alfrida Hanu) *** kenapa judulnya tapi kau tetap rembulan kok tidak spesifik berdasarkan muatannya kenapa sekian tetes airmata sejak kau pergi tanpa arah...

“Nafkah di Padang Ilalang” Kumpulan Puisi Berseri “Setelah Hari Ini” oleh Gerard N Bibang

0
SETELAH INI-46: NAFKAH DI PADANG ILALANG akhir-akhirnya setelah ini aku sadar bahwa bagi seorang yang sedang merindu, bentangan langit biru benar-benar sangat lapang; seluas-luas ia membentang...

Kematian Memuliakan Hidup: Sebuah Refleksi

0
Oleh Rikard Djegadut*) Utama, BULIR.ID - Kematian adalah suatu hal yang pasti terjadi. Ini merupakan sebuah fase yang pasti akan dilewati semua orang. Namun demikian,...

“Tukang Benci Kita,” Kumpulan Puisi Berseri ‘Setelah Ini’ oleh Gerard N Bibang

0
SETELAH INI-37: TUKANG BENCI KITA suatu saat kau akan jadi kenangan bagi pencintamu ia mengasihimu dengan segenap jiwa raga untuk menunjukan dirinya sebagai benar-benar seorang manusia pencinta ialah makhluk...

TERPOPULER

BERITA TERBARU